Monumen Jenderal Sudirman Pacitan

Monumen Jenderal Sudirman Pacitan berada di Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, di wilayah pegunungan utara Kabupaten Pacitan. Kawasan ini mengenang masa ketika Panglima Besar Jenderal Sudirman bergerilya dan bermarkas di Pacitan pada 1949. Selain monumen, pengunjung juga bisa melihat rumah tempat Sudirman tinggal selama masa gerilya.

Sejarah Singkat

Setelah Agresi Militer Belanda II, Jenderal Sudirman memimpin pasukan bergerilya. Jalur ke Yogyakarta terhalang pasukan Belanda sehingga rombongan kembali ke wilayah Nawangan. Pasukan APRI bermarkas di sini dari 1 April hingga 7 Juli 1949, dan periode ini disebut sebagai masa terlama pasukan menetap di satu wilayah. Lokasi dipilih karena jauh dari jalan, berbukit sehingga sulit dijangkau, dan lebih hangat bagi Sudirman yang saat itu sakit paru-paru.

Apa yang Bisa Dilihat

  • Monumen di Gunung Gandrung. Kawasan monumen memiliki unsur simbolik seperti bangunan berbentuk pedang pora, pelataran dengan 70 anak tangga, dan delapan gerbang, yang menurut sebuah jurnal merefleksikan pesan sang jenderal.
  • Rumah markas gerilya. Rumah kayu beratap joglo di Dukuh Sobo, yang pernah ditempati Sudirman beserta ajudannya. Di dalamnya masih terdapat dipan kayu tempat Sudirman beristirahat serta meja dan kursi jati yang dulu dipakai untuk rapat.
  • Suasana pegunungan di sekeliling kawasan.

Perawatan Bangunan

Rumah markas dirawat secara tradisional dan diawasi lembaga cagar budaya. Kayunya tidak dicat agar kesan masa lalu terjaga, dan tata letaknya tidak diubah. Karena itu, pengunjung diminta menjaga kondisi bangunan.

Lokasi dan Akses

Kawasan ini berada di Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, sekitar 46 km dari Alun-alun Ponorogo. Perjalanan dari Ponorogo, Pacitan, maupun Wonogiri memakan waktu lebih dari satu jam karena jalan berbukit dan berkelok. Jalan menuju rumah markas dari monumen berupa aspal kecil yang sedikit terjal; bertanyalah kepada penjual di sekitar monumen bila bingung arah.

Tips Berkunjung

  1. Datang pada hari kerja bila ingin suasana tenang. Hari Minggu dan libur lebih ramai.
  2. Siapkan kendaraan yang sehat karena jalan berbukit.
  3. Jaga rumah peninggalan. Jangan menyentuh atau memindahkan benda yang ada.
  4. Cek kondisi monumen sebelum datang. Sebuah laporan menyebut ruang dalam gedung monumen tidak selalu dibuka.
  5. Bawa jaket karena udara pegunungan cenderung sejuk.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa Jenderal Sudirman bermarkas di Nawangan?

Karena lokasinya jauh dari jalan, berbukit, dan sulit dijangkau pasukan Belanda.

Berapa lama Sudirman bermarkas di sini?

Sekitar 99 hari, dari 1 April hingga 7 Juli 1949.

Apa saja yang masih bisa dilihat?

Monumen, serta rumah peninggalan lengkap dengan dipan, meja, dan kursi yang dipakai pada masa gerilya.

Apakah jauh dari pusat Kota Pacitan?

Cukup jauh dan berbukit. Siapkan waktu perjalanan lebih dari satu jam.

Kawasan ini cocok untuk wisata sejarah dan edukasi bagi sekolah, komunitas, dan keluarga. Hubungi Mujiati Tour Pacitan untuk menyusun perjalanan privat, atau lihat juga Museum dan Galeri SBY-ANI sebagai pelengkap wisata sejarah di Pacitan.

Destinasi Wisata Pacitan Lainnya

Lihat semua destinasi →